Rabu, 22 Februari 2012

Big Bang - Blue

Big Bang akhirnya kembali muncul di hadapan para VIP dengan mini album ke-5, "Alive".

Dalam mini album ini terdapat enam lagu: "Blue", "Bad Boy", "Love Dust", "Fantastic Baby", "Not Funny", termasuk satu lagu solo Daesung, "Wings".

Demi kesuksesan mini album ini, Big Bang akan menggelar tur keliling dunia dengan tajuk "BIG BANG ALIVE TOUR 2012".

Video klip track ke-2 dalam mini album ini, "Blue", sudah dirilis pada Selasa (21/2) malam dan mendapat sambutan hangat. Video klip "Blue" ini mengambil lokasi syuting di kota New Yok, Amerika Serikat. Melepaskan kerinduan pada GD, Daesung, Seungri, T.O.P, dan Taeyang.


  

Romanization :

Gyeouri gago bomi cha~jaojyo urin shideulgo

Geurium soge mami meong~deureotjyo

[SEUNGRI]

(I’m singing my blues~)

Paran nunmure paran seulpeume gildeul eojyeo

(I’m singing my blues~)

Tteun gureume nallyeo bonaen sarang OH OH

[G-DRAGON]

Gateun haneul dareun got neowana

Wiheom hanikka

Neoegeseo tteonajuneun geoya

Nimiran geuljae jeomhana

Bigeob hajiman

Naega motna sumneun geoya

Janinhan ibyeoreun sarangeui mallo

Geu eotteon maldo

Wiro dwel suneun eoptago OH

Ama nae insaengeui majimak meollo

Magi naeryeo oneyo ije

[DAESUNG]

Taeeonaseo neol mannago

Jugeul mankkeum saranghago

Parahke muldeureo shirin nae maeum

Nuneul gamado neol neukkil su eopjanha

[TAEYANG]

Gyeouri gago bomi cha~jaojyo urin shideulgo

Geurium soge mami meong~deureotjyo

[SEUNGRI]

(I’m singing my blues~)

Paran nunmure paran seulpeume gildeul eojyeo

(I’m singing my blues~)

Tteun gureume nallyeo bonaen sarang OH OH

[TOP]

Shimjangi meojeun geot man gata

Jeonjangi kkeutnago

Geu gose eoreo buteun neo wa na

Nae meorutsok saegyeojin trauma

I nunmul mareumyeon

Chokchokhi gieokhari nae sarang

Gwerobjido werobjido anha

Haengbogeun da honjatmal

Geu isange bokjabhan geon mot chama

Daesurobji amureohjido anha

Byeolsu eopneun banghwang

Saramdeureun watta ganda

[TAEYANG]

Taeeonaseo neol mannago

Jugeul mankkeum saranghago

Parahke muldeureo shirin nae maeum

Neoneun tteonado nan geudaereul itjanhae

[DAESUNG]

Gyeouri gago bomi cha~jaojyo urin shideulgo

Geurium soge mami meong~deureotjyo

[TAEYANG]

Oneuldo paran jeo dalbit arae e

Na hollo jami deulgetjyo

Kkum sogeseodo nan geudaereul chaja

Hemae imyeo i noraereul bulleoyo~

[SEUNGRI]

(I’m singing my blues~)

Paran nunmure paran seulpeume gildeul eojyeo

(I’m singing my blues~)

Tteun gureume nallyeo bonaen sarang

(I’m singing my blues~)

Paran nunmure paran seulpeume gildeul eojyeo

(I’m singing my blues~)

Tteun gureume nallyeo bonaen sarang OH OH

Hangul :

겨울이 가고 봄이 찾아오죠
우린 시들고 그리움 속에 맘이 멍들었죠
I’m singing ma blue
파란 눈물에 파란 슬픔에 길들었죠
I’m singing ma blue
뜬 구름에 날려보낸 사랑 oh oh
같은 하늘 다른 곳 너와 나
위험 하니까 너에게서 떠나주는거야
님이란 글자에
비겁하지만 내가 못나 숨는거야
잔인한 이별은 사랑의 말로
그 어떤 말도 위로될 순 없다고
아마 내 인생의 마지막 말로
막이 내려오네요 이제
태어나서 널 만나고
죽을만큼 사랑하고
파랗게 물들어
시린 내맘
눈을 감아도
널 느낄 수 없잖아
겨울이가고
봄이 찾아오죠
우린 시들고 그리움 속에
맘이 멍들었죠
i’m singing ma blues
파란 눈물에
파란 슬픔에
I’m singing ma blue
뜬 구름에 날려보낸 사랑
심장이 멎은 것만 같아
전쟁이 끝나고
그곳에 얼어붙은 너와나
내 머릿속 세겨진 트라우마
이 눈물 마르면 촉촉히 기억하리 내사랑
지도 외롭지도 않아
행복은 다 혼자만
그 이상 복잡한 건 못참아
대수롭지도 아무렇지도 않아
별수 없는 방황
사람들은 왔다 간다
태어나서 널 만나고
죽을 만큼 사랑하고
파랗게 물들어
시린 내맘
너는 떠나도 난 그대롱 있잖아
겨울이 가고
봄이 찾아오죠
우린 시들고 그리움 속에
맘이 멍들었죠
오늘도 파란 저 달빛 아래에
나홀로 잠이 들겠죠
꿈 속에 떠난 그대를 찾아
헤매이며 이 노래를 불러요
I’m singing ma blue
파란 눈물에 파란 슬픔에
길들었죠
I’m singing ma blue
뜬 구름에 날려보낸 사랑
I’m singing ma blue
파란 눈물에 파란 슬픔에 길들였죠
I’m singing ma blue
뜬 구름에 날려보낸 사랑 oh oh


English Translation :
The winter had passed
And the spring has come
We have withered
And our hearts are bruised from longing
**(I’m singing my blues)
Used to the blue tears, blue sorrow
(I’m singing my blues)
The love that I have sent away with the floating clouds, oh oh
Under the same sky, at different places
Because you and I are dangerous
I am leaving you
One letter difference from ‘nim’(T/N)
It’s cowardly but I’m hiding because I’m not good enough
Cruel breakup is like the end of the road of love
No words can comfort me
Perhaps my lifetime’s last melodrama
Now its final curtain is coming down
I was born and I met you
And I have loved you to death
My cold heart that has been dyed blue
Even with my eyes closed, I can’t feel you
*Repeat
**Repeat
I feel like my heart has stopped beating
You and I, frozen there, after a war
Trauma, that has been carved in my head
Once these tears dry up, I will moistly remember my love
I’m neither painful nor lonely
Happiness is all self-talk
I can’t stand something more complicated
It’s no big deal, I don’t care
Inevitable wandering, people come and go
I was born and I met you
And I have loved you to death
My cold heart that has been dyed blue
Even if you have left, I’m still here
*Repeat
Again tonight, underneath that blue moonlight
I will probably fall asleep alone
Even in my dreams, I look for you
And wander around while singing this song
**Repeat (X2)

Fikih Muslimah: Hukum Shalat Sambil Gendong Anak (1)



REPUBLIKA.CO.ID, Allah SWT memerintahkan umat Islam agar senantiasa mengerjakan ibadah shalat dengan khusyuk. Karena, hanya mereka yang khusyuklah yang akan mendapat keberkahan dan keberuntungan dari Allah SWT.
“Sungguh, beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) mereka yang khusyuk (dalam shalatnya).” (Al-Mu'minun: 1-2).

Menurut Syekh Alauddin Ali bin Muhammad bin Ibrahim Al-Baghdadi dalam kitab Tafsir Al-Khazin, khusyuk dalam shalat adalah menyatukan konsentrasi dan berpaling dari selain Allah serta merenungkan semua yang diucapkannya, baik berupa bacaan Alquran ataupun zikir.
Setiap orang tua berkewajiban mendidik putra-putrinya agar taat kepada Allah. Seorang ayah mengajarkan kepada anaknya tentang shalat lima waktu, membaca Alquran, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan zakat, bersedekah, dan lain sebagainya.
Sebab, anak merupakan penerus orang tuanya, dan ia harus dididik dengan pendidikan yang baik, terutama pendidikan akhlak. Dalam Alquran Allah menyatakan, “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa: 9).

Karena itu, sudah semestinya, setiap orang tua mendidik putra-putrinya agar menjadi orang yang kuat dan mampu. Kuat dalam pengetahuan agama, kuat dalam bidang ekonomi, kuat dalam pemikiran (pendidikan), dan lainnya.
Salah satu upaya mendidik anak adalah dengan shalat. Rasulullah SAW bersabda, “Saat anak-anakmu berumur enam tahun, perintahkan mereka untuk mengerjakan shalat. Ketika mereka berumur tujuh tahun, suruhlah mereka secara lebih keras agar rutin mengerjakan shalat. Jika perlu, mereka harus dihukum jika tidak rutin dalam melaksanakan shalat mereka.” (Mustadrak Al-Wasa’il, jilid 1, halaman 171).
        Saat shalat, terkadang anak-anak kita menangis. Untuk menenangkannya, maka si anak terpaksa digendong. Pertanyaannya, bolehkah ketika shalat kita menggendong anak?

Berdasarkan riwayat dari Abu Qatadah RA, Rasulullah SAW pernah shalat, sementara Umamah —anak perempuan Zainab, yakni putri Rasulullah SAW— di bahu beliau. Jika Rasul rukuk, maka beliau meletakkan anak itu dan jika bangkit dari sujud, maka beliau mengangkatnya dan meletakkannya kembali di atas bahu beliau. Amir berkata, "Aku tidak menanyakan shalat apa sebenarnya yang beliau lakukan ketika itu." Namun, Ibnu Juraij berkata, "Aku diberitahukan oleh Zaib bin Abu Itab dari Umar bin Sulaim bahwa shalat yang dikerjakan Rasul SAW saat itu adalah shalat Subuh.” (HR Bukhari, sebagaimana dikutip Sayyid Sabiq dalam Fiqhus Sunnah).

 

Produksi dan Ekspor Bijih Nikel

Antam merupakan perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi dan terintegrasi secara vertikal yang berorientasi ekspor. Melalui wilayah operasi yang tersebar di seluruh Indonesia, Antam memproduksi dan mengekspor bijih nikel kadar tinggi dengan kadar nikel minimum 1,8% dan kandungan besi maksimum 25%. Salah satu tambang Antam berada di Tanjung Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara. Foto-foto: Bernard Chaniago/Yahoo

 Pengangkutan (Hauling) Material OB atau ORE dari front menuju ETO ataupun Waste Dump menggunakan Articulated Dump Truck (ADT) dengan kapasitas 40 ton, di Tanjung Buli, Haltim.

 Gerbang masuk yang terletak di Pos Bandung, di Tanjung Buli.

 jalan menuju lokasi pertambangan.

Penggalian dan pemuatan (Loading) pada front penambangan dengan Excavator/Backhoe, di Tanjung Buli, Haltim. 









 Penggalian dan pemuatan (Loading) pada front penambangan dengan Excavator/Backhoe, di Tanjung Buli, Haltim. 

 
Pemantauan tanah di lokasi pertambangan

 Pemantauan tanah di lokasi pertambangan

ETO (Exportable Transit Ore),
tempat penampungan Ore sementara dari hasil front penambangan yang nantinya akan di angkut ke Grizzly.





 Truk mengangkut ORE dari Grizzly. Grizzly adalah alat untuk memisahkan ORE yang berukuran +20cm dan -20cm.

 Rumah Sampling di pertambangan


 EFO (Exportable Fine Ore) tempat penumpukan Ore hasil penyaringan Grizzly yang nantinya akan di kapalkan.
 
Pengambilan sample hasil penyaringan Grizzly

 
Tempat Preparasi Besar







Warna pita melambangkan kualitas tanah, pita pertama (kualitas kadar), hijau berarti "Hight Grade"= >2,1%. Pita kedua (Basisity(BA), kuning = 0,50-0,59 







 

Kapal menunggu muatan dari kapal tongkang di dermaga di Tanjung Buli, Haltim.

















Produksi dan Ekspor Bijih Nikel

Kamis, 16 Februari 2012

Air Terjun Sri Gethuk, Gunung KIdul Yogyakarta

       Mungkin akan terlintas di pikiran anda bahwa Gunung Kidul identik dengan tanah gersang ? namun nyatanya di sana ada sebuah objek wisata Air Terjun Sri Gethuk yang menandakan akan melimpahnya air pada sebagian wilayah Gunung Kidul. Sumber mata air Sri Gethuk terdapat di Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunung Kidul, sekitar 40 km dari Yogyakarta.
Lokasinya cukup terpencil sehingga transportasi menuju ke sana cukup sulit didapat kecuali anda hubungi sewa mobil jogja dan kendaraan pribadi lainnya.
 



Sesampainya di sana, anda disuguhi pesona alam Gunung kidul yang indah dengan gemericik air yang melimpah, jernih dan segar. Air mengalir dari ketinggian hingga jatuh ke atas bebatuan kali di bawahnya. Meski tebing air di Sri Gethuk tidak setinggi di Air Terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, namun tetap saja memberika kesan berbeda dengan wisata alam lainnya di Yogyakarta. Apalagi, air terjun yang oleh penduduk setempat disebut dengan ‘Slempret’ itu berada tepat di tepi aliran Sungai Oyo. Perjalanan menelusuri sungai Oyo yang bermuara di Air Terjun Sri Gethuk itu, dapat anda lakukan dengan menyewa sebuah perahu. Pontensinya yang luar biasa, Sri Gethuk akan dikembangkan sebagai objek wisata terpadu yang meliputi Goa Rancang Kencana, Air Terjun Sri Gethuk, situs purbakala, dan pemacingan, bumi perkemahan dalam satu area di Dusun Menggoran, Desa Bleberan yang kemudia dikelola oleh pemuda-pmuda desa setempat. Untuk measuk ke ogjek wisata Air Terjun Sri Gethuk, harga tiketnya Rp3000,- sedangkan tarif sewa perahu Rp5000,- per orang. Apabila ingin bermain air di sungai, anda dapat sewa ban untuk berenang dengan tarif Rp2000,-
Inilah beberapa foto yang dapat anda lihat sebelum berangkat ke sana....:)
FOto: By Ceoraya ^_* 







air terjun sri gethuk

Minggu, 12 Februari 2012

My PlayList ^_*

PanTai SiuNg di januari 2011


Pantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum. Colt atau bis dari kota Wonosari biasanya hanya sampai ke wilayah Tepus, itupun mesti menunggu berjam-jam. Pada tanggal 8 januari saya ma teman2 adakan picnik di sani.... Indah banget Kaaann ????



Stamina yang prima dan performa kendaraan yang baik adalah modal utama untuk bisa menjangkau pantai ini. Maklum, banyak tantangan yang mesti ditaklukkan, mulai dari tanjakan, tikungan tajam yang kadang disertai turunan hingga panas terik yang menerpa kulit saat melalui jalan yang dikelilingi perbukitan kapur dan ladang-ladang palawija. Semuanya menghadang sejak di Pathuk (kecamatan pertama di Gunung Kidul yang dijumpai) hingga pantainya.
Seolah tak ada pilihan untuk lari dari tantangan itu. Jalur Yogyakarta - Wonosari yang berlanjut ke Jalur Wonosari - Baron dan Baron - Tepus adalah jalur yang paling mudah diakses, jalan telah diaspal mulus dan sempurna. Jalur lain melalui Yogyakarta - Imogiri - Gunung Kidul memiliki tantangan yang lebih berat karena banyak jalan yang berlubang, sementara jalur Wonogiri - Gunung Kidul terlalu jauh bila ditempuh dari kota Yogyakarta.
Seperti sebuah ungkapan, "bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian", begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah.Tersedia sejumlah rumah-rumah kayu di pantai, tempat untuk bersandar dan bercengkrama sambil menikmati indahnya pemandangan.
Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.
Batu karang yang menjadi dasar penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai diambil dari bentuk batu karang yang menurut Wastoyo, seorang sesepuh setempat, menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar yang kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis.
Karang gigi kera yang hingga kini masih tahan dari gerusan ombak lautan ini turut menjadi saksi kejayaan wilayah Siung di masa lalu. Menurut cerita Wastoyo, wilayah Siung pada masa para wali menjadi salah satu pusat perdagangan di wilayah Gunung Kidul. Tak jauh dari pantai, tepatnya di wilayah Winangun, berdiri sebuah pasar. Di tempat ini pula, berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Kraton Yogyakarta dan Surakarta.
Sebagian besar warga Siung saat itu berprofesi sebagai petani garam. Mereka mengandalkan air laut dan kekayaan garamnya sebagai sumber penghidupan. Garam yang dihasilkan oleh warga Siung inilah yang saat itu menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun. Meski kaya beragam jenis ikan, tak banyak warga yang berani melaut saat itu. Umumnya, mereka hanya mencari ikan di tepian.
Keadaan berangsur sepi ketika pasar Winangun, menurut penuturan Wastoyo, diboyong ke Yogyakarta. Pasar pindahan dari Winangun ini konon di Yogyakarta dinamai Jowinangun, singkatan dari Jobo Winangun atau di luar wilayah Winganun. Warga setempat kehilangan mata pencaharian dan tak banyak lagi orang yang datang ke wilayah ini. Tidak jelas usaha apa yang ditempuh penduduk setempat untuk bertahan hidup.


Di tengah masa sepi itulah, keindahan batu karang Pantai Siung kembali berperan. Sekitar tahun 1989, grup pecinta alam dari Jepang memanfaatkan tebing-tebing karang yang berada di sebelah barat pantai sebagai arena panjat tebing. Kemudian, pada dekade 90-an, berlangsung kompetisi Asian Climbing Gathering yang kembali memanfaatkan tebing karang Pantai Siung sebagai arena perlombaan. Sejak itulah, popularitas Pantai Siung mulai pulih lagi.